TUGAS
3
TEKNIK
PERAWATAN MESIN
METODE
PRAKTIS DALAM MEMBUAT JADWAL PERAWATAN
Nama : Murdani Agustian
Kelas : 4IC09
NPM : 27414640
Metode Praktis
Dalam Membuat Jadwal Perawatan
Sistem
penjadwalan yang baik akan menunjang kelancaran dalam penyelesaian suatu
pekerjaan. Karena itu jadwal harus dibuat oleh orang yang cermat dalam
mempertimbangkan segala sesuatunya yang berkaitan, karena tugasnya adalah
menyiapkan susunan pekerjaan, menetapkan waktu dan saat penyelesaian, membuat
rencana kerja dan sebagainya. Dalam hal ini, perlu disusun semua pekerjaan yang
akan dilakukan, kecuali pekerjaan yang terjadi mendadak. Dengan demikian,
secara umum tidak ada pekerjaan yang dilakukan tanpa dibuat rencananya terlebih
dahulu. Perencana yang dibuat adalah mengenai informasi seperti nomor order
pekerjaan, pemberian kode, nomor mesin, lokasi, waktu pelaksanaan dan semua
kontrol yang menunjukkan waktu.
Untuk perbaikan yang
dilakukan mendadak, foreman harus dapat menentukan dengan cepat tentang apa
yang perlu dikerjakan dan dapat dilakukan selama mesin mengalami kemacetan.
Material yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut sedapat mungkin disiapkan
pada lokasi yang terpisah dari tempat kerja, tetapi memungkinkan persediaannya
secara cepat.
Chart Gantt
Banyak
jenis chart yang digunakan di industri, semuanya bertujuan untuk menunjukkan
hubungan dari berbagai fungsi. Chart adalah termasuk suatu alat bantu peraga
yang dapat memberikan informasi melalui proses komunikasi.
Chart
gantt adalah suatu peta perencanaan program kerja dalam bentuk grafik blok yang
pada mulanya diperkenalkan oleh seorang sarjana Amerika, Henry L. Gantt
(1861-1919). Chart ini dibuat dengan bentuk basis empat persegi panjang, semua
aktivitas pekerjaan yang dirancang diurutkan ke bawah secara terpisah di sebelah
kiri garis vertikal. Sedangkan untuk penunjukan waktunya diurutkan memanjang
dari kiri ke kanan secara horisontal. Unit waktu menunjukkan lamanya program
kerja yang direncanakan, dan pada prakteknya biasa ditentukan berdasarkan waktu
harian atau mingguan.
Contoh ilustrasi dari penggunaan chart gantt untuk
penjadwalan pekerjaan overhaul pabrik, disusun sebagai berikut:
Tabel
1. Jadwal Overhaul pabrik.

Semua
aktivitas dari program kerja yang telah disusun dapat dilihat pada gambar 1.
Dari chart pada gambar 1, dapat diperoleh informasi seperti berikut:
Tabel
2. Data kemajuan tugas yang dilakukan.

Chart
dapat berguna untuk memberi keterangan, namun dalam pemakaiannya tidak selalu
mampu menanggulangi segala persoalan yang timbul. Dalam chart ini tidak
ditunjukkan secara jelas adanya faktor yang saling ketergantungan dari berbagai
aktivitas yang satu dengan lainnya. Untuk membantu mengatasi keterbatasan
tersebut, dapat memungkinkan diterapkan sistem berangkai guna menghubungkan
berbagai aktivitas yang saling berkaitan. Pemakaian cara yang lebih baik
ditunjukkan oleh contoh 2 (gambar 1).

Gambar
1. Penggunaan chart Gantt.
Pada
contoh 2, banyaknya aktivitas, lamanya waktu, saat mulai dan selesainya sama
seperti yang diberikan contoh 1, tetapi kejadian dalam contoh 2 menggunakan
sistem perangkai yang diterapkan pada chart. Dengan adanya tambahan informasi
tersebut, kini dapat lebih nyata dalam aplikasinya.
·
Aktivitas A harus selesai sebelum
aktivitas B dimulai.
·
Aktivitas B harus selesai sebelum
aktivitas C dimulai.
·
Aktivitas D harus selesai sebelum
aktivitas C dimulai.
·
Aktivitas E harus selesai pada waktu
aktivitas C selesai 2/5 bagian.
·
Aktivitas F harus selesai sebelum
aktivitas E dimulai, tetapi dalam keadaan ini terpisah satu minggu antara
selesainya aktivitas F dan mulainya aktivitas E. Dalam hal ini penyelesaian
untuk aktivitas F tidak sekritis seperti pada penyelesaian aktivitas A, B, D
dan E.
·
Aktivitas F dan G harus dimulai secara
bersamaan.
Penyelesaian
aktivitas G tidak ditentukan selama waktunya tidak melebihi masa penyelesaian
proyek, yaitu pada akhir minggu ke-15.
Aktivitas
A, B dan C masing-masing berjalan secara langsung dan berurutan membentuk suatu
rangkaian aktivitas yang berkesinambungan dari saat mulai sampai selesainya
tugas proyek.
Jadi
jadwal yang ketat secara penuh harus diikuti oleh ketiga aktivitas yang sangat
dipentingkan, sehingga tidak terjadi pemisahan waktu. Hal ini dilakukan untuk
mencegah timbulnya perpanjangan waktu dalam penyelesaian proyek yang telah
ditentukan. Dalam jaringan kerja ini, A, B dan C dikategorikan sebagai
aktivitas yang kritis, oleh karenanya perlu dibuat jadwal kritisnya. Sedangkan
pengaturan jadwal untuk aktivitas D, E, F dan G dapat dibuat lebih leluasa
selama masih dalam batas waktu luangnya.
Walaupun
contoh 1 dan contoh 2 mempunyai kesamaan aktivitas dan alokasi waktu
penyelesaian, namun dengan adanya perangkaian pada chart (contoh 2) dapat lebih
meningkatkan kemampuan dalam perencanaan atau pengontrolan proyek.