Jumat, 20 Juli 2018

TUGAS 3
TEKNIK PERAWATAN MESIN
METODE PRAKTIS DALAM MEMBUAT JADWAL PERAWATAN

Nama : Murdani Agustian
Kelas  : 4IC09
NPM   : 27414640

            Metode Praktis Dalam Membuat Jadwal Perawatan
Sistem penjadwalan yang baik akan menunjang kelancaran dalam penyelesaian suatu pekerjaan. Karena itu jadwal harus dibuat oleh orang yang cermat dalam mempertimbangkan segala sesuatunya yang berkaitan, karena tugasnya adalah menyiapkan susunan pekerjaan, menetapkan waktu dan saat penyelesaian, membuat rencana kerja dan sebagainya. Dalam hal ini, perlu disusun semua pekerjaan yang akan dilakukan, kecuali pekerjaan yang terjadi mendadak. Dengan demikian, secara umum tidak ada pekerjaan yang dilakukan tanpa dibuat rencananya terlebih dahulu. Perencana yang dibuat adalah mengenai informasi seperti nomor order pekerjaan, pemberian kode, nomor mesin, lokasi, waktu pelaksanaan dan semua kontrol yang menunjukkan waktu.
Untuk perbaikan yang dilakukan mendadak, foreman harus dapat menentukan dengan cepat tentang apa yang perlu dikerjakan dan dapat dilakukan selama mesin mengalami kemacetan. Material yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut sedapat mungkin disiapkan pada lokasi yang terpisah dari tempat kerja, tetapi memungkinkan persediaannya secara cepat.
Chart Gantt
            Banyak jenis chart yang digunakan di industri, semuanya bertujuan untuk menunjukkan hubungan dari berbagai fungsi. Chart adalah termasuk suatu alat bantu peraga yang dapat memberikan informasi melalui proses komunikasi.
Chart gantt adalah suatu peta perencanaan program kerja dalam bentuk grafik blok yang pada mulanya diperkenalkan oleh seorang sarjana Amerika, Henry L. Gantt (1861-1919). Chart ini dibuat dengan bentuk basis empat persegi panjang, semua aktivitas pekerjaan yang dirancang diurutkan ke bawah secara terpisah di sebelah kiri garis vertikal. Sedangkan untuk penunjukan waktunya diurutkan memanjang dari kiri ke kanan secara horisontal. Unit waktu menunjukkan lamanya program kerja yang direncanakan, dan pada prakteknya biasa ditentukan berdasarkan waktu harian atau mingguan.

Contoh  ilustrasi dari penggunaan chart gantt untuk penjadwalan pekerjaan overhaul pabrik, disusun sebagai berikut:
Tabel 1. Jadwal Overhaul pabrik.
Description: C:\Users\Asus\Documents\jadwal over houl.png
Semua aktivitas dari program kerja yang telah disusun dapat dilihat pada gambar 1. Dari chart pada gambar 1, dapat diperoleh informasi seperti berikut:
Tabel 2. Data kemajuan tugas yang dilakukan.
Description: C:\Users\Asus\Documents\data kemajuan.png
Chart dapat berguna untuk memberi keterangan, namun dalam pemakaiannya tidak selalu mampu menanggulangi segala persoalan yang timbul. Dalam chart ini tidak ditunjukkan secara jelas adanya faktor yang saling ketergantungan dari berbagai aktivitas yang satu dengan lainnya. Untuk membantu mengatasi keterbatasan tersebut, dapat memungkinkan diterapkan sistem berangkai guna menghubungkan berbagai aktivitas yang saling berkaitan. Pemakaian cara yang lebih baik ditunjukkan oleh contoh 2 (gambar 1).



Description: C:\Users\Asus\Documents\aktivas.png
Gambar 1. Penggunaan chart Gantt.
Pada contoh 2, banyaknya aktivitas, lamanya waktu, saat mulai dan selesainya sama seperti yang diberikan contoh 1, tetapi kejadian dalam contoh 2 menggunakan sistem perangkai yang diterapkan pada chart. Dengan adanya tambahan informasi tersebut, kini dapat lebih nyata dalam aplikasinya.
·         Aktivitas A harus selesai sebelum aktivitas B dimulai.
·         Aktivitas B harus selesai sebelum aktivitas C dimulai.
·         Aktivitas D harus selesai sebelum aktivitas C dimulai.
·         Aktivitas E harus selesai pada waktu aktivitas C selesai 2/5 bagian.
·         Aktivitas F harus selesai sebelum aktivitas E dimulai, tetapi dalam keadaan ini terpisah satu minggu antara selesainya aktivitas F dan mulainya aktivitas E. Dalam hal ini penyelesaian untuk aktivitas F tidak sekritis seperti pada penyelesaian aktivitas A, B, D dan E.
·         Aktivitas F dan G harus dimulai secara bersamaan.
Penyelesaian aktivitas G tidak ditentukan selama waktunya tidak melebihi masa penyelesaian proyek, yaitu pada akhir minggu ke-15.
Aktivitas A, B dan C masing-masing berjalan secara langsung dan berurutan membentuk suatu rangkaian aktivitas yang berkesinambungan dari saat mulai sampai selesainya tugas proyek.
Jadi jadwal yang ketat secara penuh harus diikuti oleh ketiga aktivitas yang sangat dipentingkan, sehingga tidak terjadi pemisahan waktu. Hal ini dilakukan untuk mencegah timbulnya perpanjangan waktu dalam penyelesaian proyek yang telah ditentukan. Dalam jaringan kerja ini, A, B dan C dikategorikan sebagai aktivitas yang kritis, oleh karenanya perlu dibuat jadwal kritisnya. Sedangkan pengaturan jadwal untuk aktivitas D, E, F dan G dapat dibuat lebih leluasa selama masih dalam batas waktu luangnya.
Walaupun contoh 1 dan contoh 2 mempunyai kesamaan aktivitas dan alokasi waktu penyelesaian, namun dengan adanya perangkaian pada chart (contoh 2) dapat lebih meningkatkan kemampuan dalam perencanaan atau pengontrolan proyek.

Rabu, 18 Juli 2018


TUGAS TEKNIK PERAWATAN MESIN
( Sistem Pengereman )
Nama   : Murdani Agustian
Kelas   : 4IC09
NPM   : 27414640

A.    Latar Belakang
Rem mempunyai peranan yang sangat penting dalam teknik kendaraan dan teknik transportasi   demi   keamaan   dan   keselamatan   dalam   berkendara.  Pada   dasarnya   rem mempunyai fungsi  untuk memperlambat dan mengatur gerakan suatu putaran. Adapun rem yang digunakan harus memenuhi syarat-syaratsebagai berikut (dapat bekerja dengan baik dan cepat, dapat dipercaya danmempunyai daya tekan yang cukup, mudah diperiksa dan disetel).
Walaupun  sistem  rem  itu  sangatlah  penting,  namun  banyak  diantara masyarakat umum yang belum memahami dan mengerti fungsi, cara kerja danjenis-jenis dari rem tersebut. Oleh karena itu  penulis membuat makalah ini bertujuan untuk memperkenalkan fungsi, cara kerja, dan jenis-jenis dari rem itusendiri. Dengan adanya makalah ini diharapkan kita bisa lebih mengenal fungsi, cara kerja dan jenis-jenis rem serta bisa menambah dan memperluas wawasan kita terutama mengenai sistem rem.

B.     Batasan Masalah
Penulisan ini memfokuskan pembahasan mengenai sistem pengereman.

C.     Langkah – langkah Sistem Pengereman
·         Langkah Pembongkaran
1.      Mempersiapkan alat yang akan dipergunakan
2.      Mengendorkan 4 mur pengikat roda depan dengan menggunakan kunci roda 21mm
3.      Mengangkat mobil dengan menggunakan dongkrak
4.      Memasang jack stand pada bagian yang kuat
5.      Melepas roda depan dengan cara melepas mur pengikat dengan menggunakan kunci roda 21mm
6.      Melepas kampas rem, dengan cara melepas baut pengikat rumah kampas rem bagian bawah dengan menggunakan kunci ring ukuran 12 dengan cara diputar ke kiri
7.      Menarik keatas rumah kampas rem lalu melepas kampas rem

·         Langkah Pemeriksaan
1.      Memeriksa kampas rem
2.      Saya memeriksa apakah kampas rem masih tebal atau tidak. Ternyata kampas rem sudah sangat tipis sehingga perlu diganti.
3.      Memeriksa piringan cakram
4.      Saya memeriksa dengan cara meraba apakah permukaan piringan cakram beralur atau tidak. Hasilnya cakram masih baik dan hanya perlu diamplas saja.
5.      Memeriksa piringan piston rem, hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa piston rem atau silinder rem tidak bocor
6.      Memeriksa minyak rem, saya memeriksa minyak rem pada tabung recervoir, ternyata minyak rem masih baik dan masih cukup (tidak kurang)

·         Langkah Pemasangan
1.      Langkah pertama  mengoleskan gemuk atau pelumas pada sisi luar kampas
2.      Memasang kampas  pada rumah kampas rem
3.      Dudukan/rumah kampas rem dengan cara didorong ke bawah
4.      Memasang baut pengikat rumah kampas rem dengan menggunakan kunci ring ukuran 12mm dengan cara diputar ke kanan.
5.      Memasang roda depan kanan dan kiri lalu saya memasang mur roda dan memutar mur roda menggunakan tangan ± 3 putaran lalu saya menggunakan kunci roda untuk memepetkan mur pengikat
6.      Setelah kedua roda terpasang, lalu saya memeriksa kembali minyak rem pada tabung recervoir. Lalu menutup tabung recervoir
7.      Menurunkan mobil
8.      Mengeraskan mur pada roda menggunakan kunci roda



D.    Alat dan Bahan
·         Alat
1.      Kunci roda
2.      Kunci ring 12mm
3.      Amplas
4.      Dongkrak
5.      Jack Stand
6.      Majun
7.      Tang
8.      Obeng (–) dan (+)
·         Bahan
1.      Minyak rem
2.      Gemuk (pelumas)

E.     Kesimpulan
Dari hasil pembahasan yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dapat n kesimpulan tersebut antara lain, yaitu :

Rem yaitu alat untuk mengurangi kecepatan (memperlambat) dan  kendaraan atau untuk memungkinkan parkir pada tempat yang menurun. Peralatan ini sangat penting pada keselamatan dan menjamin untuk pengendaraan yang aman. Rem juga bias diartikan sebagai kebutuhan sangat penting untuk keamanan berkendaraan dan juga dapat berhenti ditempat manapun, dan dalam berbagai kondisi dapat berfungsi dengan baik dan aman.